Membangun Localhost dengan XAMPP

Bagi anda yang mungkin sudah malang-melintang dalam dunia persilatan…eh…salah, maksudnya dunia perkomputeran istilah localhost dan xampp jelas tidak asing. Tapi bagi yang menggunakan komputer hanya sebatas untuk kepentingan biasa saja seperti office, multimedia dan  grafis, maka mungkin terasa masih asing. Nah tidak ada salahnya, kami sampaikan dulu apa itu localhost dan xampp.

Apa itu localhost?

Banyak penafsiran tentang localhost, tetapi kalau dibuat sederhana, localhost merupakan sebutan untuk server lokal di dalam komputer kita. Jadi komputer yang kita miliki sebetulnya ya sebuah server, dan server itu sendiri ya sebetulnya komputer. Mungkin bayangan awal tentang server itu mengarah ke komputer yang banyak diakses oleh orang banyak dan dalam jangkauan yang jauh. Nah… server yang seperti itu sudah melibatkan pihak lain yaitu web host melalui media internet. Sebetulnya tanpa internet, antara komputer yang satu dengan yang lain dapat saling terhubung atau berkomunikasi melalui localhost tadi.

Apa itu XAMPP?

XAMPP adalah sebuah paket perangkat lunak (software) komputer yang sistem penamaannya diambil dari akronim kata Apache, MySQL (dulu) / MariaDB (sekarang), PHP, dan Perl. Sementara imbuhan huruf “X” yang terdapat pada awal kata berasal dari istilah cross platform sebagai simbol bahwa aplikasi ini bisa dijalankan di empat sistem operasi berbeda, seperti OS Linux, OS Windows, Mac OS, dan juga Solaris.

Program aplikasi XAMPP berfungsi sebagai server lokal untuk mengampu berbagai jenis data website. Dalam prakteknya, XAMPP bisa digunakan untuk menguji kinerja fitur ataupun menampilkan konten yang ada didalam website kepada orang lain tanpa harus terkoneksi dengan internet, cukup akses melalui Xampp control panel, atau istilahnya website offline. XAMPP bekerja secara offline layaknya web hosting biasa namun tidak bisa diakses oleh banyak orang, hanya sebatas dalam satu jaringan komputer lokal saja (bisa melalui kabel LAN atau WI-FI).

Dari uraian pengantar tentang localhost dan xampp di atas, jelas ada hubungan yang sangat kuat, yaitu jika kita ingin membuat sebuah website yang dapat dikses oleh komputer lain tanpa menggunakan internet tetapi hanya menggunakan localhost (server lokal), maka harus menggunakan aplikasi yang bernama XAMPP.

Bagaimakah cara membuat localhost dengan XAMPP?

Caranya ya harus menginstal aplikasi XAMPP terlebih dahulu ke dalam komputer kita. Untuk menginstal XAMPP dalam komputer, ikuti langkahnya berikut ini.

  • Download aplikasi XAMPP terlebih dahulu. Aplikasi XAMPP ini gratis, silakan menuju link download dengan cara klik disini. Yang perlu diperhatikan dalam memilih aplikasi XAMPP adalah harus sesuai dengan spesifikasi komputer kita, misalnya pakai OS apa, berapa bit’nya. Dalam contoh kali ini, karena komputer kami menggunakan OS Windows 32 bit, maka kami pilih xampp-win32-7.2.3-0-VC15-installer. Jika anda kebetulan mempunyai spesifikasi komputer yang sama, silakan langsung download disini.
  • Setelah installer XAMPP didownload, buka file installer tersebut, maka akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini dan klik “OK”.

  • Setelah klik “OK” pada tampilan di atas, akan muncul tampilan berikutnya dan klik “NEXT”

  • klik “NEXT” lagi pada tampilan berikut.

  • klik “NEXT” lagi pada tampilan berikut.

  • klik “NEXT” lagi pada tampilan berikut.

  • klik “NEXT” lagi pada tampilan berikut.

  • sampai pada tahap ini, proses instalasi sedang berlangsung dan silakan anda tunggu sampai selesai

 

  • Tahap terakhir adalah klik “finish” dan pilih bahasa, lalu tekan “save”, seperti terlihat dalam tampilan berikut.

  • Setelah klik “save” maka control panel XAMPP sudah siap.

  • Jika control panel XAMPP muncul tulisan merah seperti di atas, maka terdeteksi bahwa port 80 yang biasa digunakan untuk akses server lokal sudah digunakan oleh aplikasi lain, sehingga harus diubah ke port lain, misalnya 8080. Caranya adalah sebagai berikut :
    • klik “Config” pada module “Apache”, kemudian klik “Apache (httpd.conf)”, lihat tampilan berikut.

    • Berikutnya akan muncul file notepad, seperti berikut. Ubahlah port 80 menjadi 8080, kemudian simpan.

    • Setelah diubah dan disimpan port yang baru tersebut, kita coba jalankan XAMPP, dengan cara klik tombol “START” pada module “Apache” dan “MsSQL”, dan jika muncul tampilan seperti berikut, maka control panel XAMPP sudah dapat digunakan sebagai server localhost.

  • Langkah terakhir adalah mencoba apakah localhost sudah dapat dijalankan atau belum, caranya adalah buka web browser (Mozilla, Chrome atau yang lainnya) terlebih dahulu, kemudian kita ketik alamat localhost = http://localhost:8080. Jika muncul halaman dasbor XAMPP seperti gambar berikut, maka selesai sudah dan localhost siap digunakan sebagai server website secara offline (tanpa internet).

 

Demikian tutorial singkat membangun localhost dengan aplikasi XAMPP. Semoga bermanfaat, dan sampai berjumpa lagi dalam postingan berikutnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *